Welcome Babe....

WELCOME BABE... Makasih ya, uda mau mampir..Selamat menikmati tulisan2 nya... :)
Tampilkan postingan dengan label nyablak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyablak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2012

Wajib Type 36? Kapan Gue Punya Rumah?



         Undang-undang Geje!
          “Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya. Indonesia Sejak dulu kala, slalu di puja-puja bangsa. Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua. Sampai akhir menutup mata” ... ah preeeeet!!!!!
            Liriknya cinta Indonesia banget ya? Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata...di rumah-rumah susun(masih alhamdulillah walau padahal daratan di Indonesia luas banget), rumah kontrakan atau di bawah kolong-kolong jembatan kali ya.. soalnya sekarang kan punya rumah sendiri di atas tanah sendiri susah banget.
           UU RI No.1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Bab V Pasal 22 ayat 3 mengatur mengenai ketentuan luas lantai rumah tunggal dan rumah deret memiliki ukuran paling sedikit 36 (tiga puluh enam) meter persegi. Pasti maksudnya pemerintah supaya rumah-rumah itu menjadi layak huni. Ga sesek-sesekan. Undang-Undang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang terdiri atas 18 Bab dan 167 pasal ini menegaskan landasan bagi pemerintah daerah untuk lebih aktif memberikan pelayanan pada masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan rumah dan juga diharapkan dapat lebih memberikan perlindungan yang lebih tegas kepada masyarakat untuk tidak menghuni rumah di lokasi yang berpotensi menimbulkan bahaya atau tidak diperuntukan bagi perumahan, memberi landasan peran masyarakat dalam pembangunan permukiman, dan dalam sektor pendanaan dan sistem pembiayaan perumahan dan kawasan permukiman yang selama ini menjadi kendala utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk menghuni rumah yang layak.
          Ditambah lagi hebatnya pemerintah, Undang-undang ini memang benar-benar diperkuat dengan sistem kepemilikan rumah lewat bank dengan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang saat ini pemerintah telah bekerjasama dengan beberapa bank dengan plafond maksimal yang diberikan dari skema ini adalah Rp.80juta dan bunga yang murah, cuma 8,5% dan maksimal tenor selama 15 tahun.
Tapi, apakah benar masyarakat berpenghasilan rendah mampu membeli rumah layak yang dimaksudkan?
Mari kita hitung-hitungan!
         UMR kota Upah Minimum Kota (UMR 2012) DKI Jakarta Rp1.529.150
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Depok Rp 1.424.797
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Bogor Rp 1.174.200
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Tangerang Rp 1.379.000
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Bandung Rp 1.271.625
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Cimahi Rp. 1.209.442
Upah Minimum Kab. (UMR 2012) Bandung Rp 1.223.800
          Ini daftar UMR yang udah lumayan gede lho... masih banyak kota-kota lain yang dibawah ini. Syukur-syukur yang jadi pegawai negri atau kerja di BUMN,perusahaan swasta besar, pasti  jauh lebih besar dari ini. Tapi, yang cuma jadi karyawan swasta? Apalagi bukan perusahaan gede. Alhasil UMR juga bisa hanya sebatas impian.
            Mencermati skema FLPP yang plafond maksimalnya Rp.80jt, yang jika diangsur selama maksimal 15 tahun dengan bunga tetap 8,5%, jadi sekitar 1 juta rupiah. Bbelum lagi harus memikirkan uang muka nya sebesar 10 sampai 20% dan biaya lain-lain. Apa mungkin gaji segitu bisa nyicil rumah?
            Penghasilan (UMR) ini  dikurangi biaya hidup . coba saja kalau makan perhari Rp.15.000, tiga kali makan (makan apa ya yang dapet 5000?) sudah Rp.450.000/perbulan. Jadi sisa kalau kerja di Jakarta dengan UMRyang lumayan, berarti masih bisa saving sejutaan. Tapi, memangnya pada ga mandi? Ga beli sabun? Kemana-mana jalan kaki? Dan ini juga untuk makan sendiri. Terus kalau yang menafkahi keluarga? Pikir dewe!
             Dan pertanyaan terbesar di kepala saya saat ini adalah, memangnya ada harga rumah dengan luas 36 meter persegi Rp.80jutaan atau maksimal Rp.100juta? Ada developer yang jual segitu? Mana lagi mikirin DP nya... Nabung berapa puluh tahun ya dengan gaji segitu? Atau siapa ya yang mau ngutangin buat DP rumah? Tentunya keadaan masyarakat saat ini tidak cocok sekali skema FLPP dan undang-undang ini. Ujung-ujungnya ya, beli rumah type 21 atau 22. Halah lupa, kan udah ga ada lagi type segitu ya? Soalnya minimal 36 kan? Ini peraturan bener-bener geje deh alias Ga Jelas!.

Selasa, 21 Februari 2012

Positif Thinking Dong...


Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi pikiranmu lah yang membuat dunia jadi sempurna”. Sudah tiga pagi saya membaca tulisan tangan saya tersebut yang ditempel di meja kerja. Begitu masuk ruangan, taraaaaa... kertas kuning itu paling mencolok di sudut meja. Kalimat itu membuat saya wajib ceria setiap hari dan wajib berpikir positif kepada siapapun. Walau tidak dapat dibohongi, perasaan cemburu, perasaan curiga kadang selalu muncul pada tiap pasang mata.

Mengapa harus cemburu dan curiga pada orang lain? Cemburu saat orang lain lebih diperhatikan, cemburu saat seorang teman punya teman baru yang lain, cemburu saat seorang teman bawa mobil baru, bahkan cemburu karena seorang teman lebih pintar berbahasa asing ketimbang kita, dan cemburu ketika melihat teman memberikan komentar di status facebook/tweet atau tulisan kompasianer lain.

Curiga. Curiga saat teman yang baru menikah sudah hamil lagi. Curiga saat seorang teman membeli rumah padahal kerja baru beberapa bulan. Dan curiga si A ada ‘something’ sama si B lantaran setiap hari pulang kerja dengan jam yang sama. Dan pagi ini saya sudah curiga sama si Soleh, office boy di kantor karena ruang kerja saya berbau tidak sedap. Pasti ini orang ngepel lantai asal-asalan pake kain pel kotor.

Saya berpikir, seandainya tuhan langsung menghukum kita saat kita berbuat salah, ga tau deh,  sudah ada berapa benjolan di kepala ini setiap harinya. Bahkan ketika mata ini baru saja melek. Dan mungkin juga doa saya sebelum tidur akan begini “Tuhan, saya mohon jangan jitak saya besok” (masih untung cuma dijitak). Tapi, untungnya tuhan tidak seperti itu, Dia memberi kita kesempatan untuk berpikir dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kita, sebelum Dia menegur kita bahkan kelak menghukum kita.

Dari rasa cemburu dan curiga yang menggebu di kepala, pasti minimal ada satu hikmahnya. Lihat orang lebih diperhatikan dari pada kita, maka bersyukurlah karena orang lain menganggap kita tidak lebih rapuh yang orang yang dicemburui. Teman kita punya teman baru, ya positifnya mungkin nanti dia juga bisa jadi teman kita. Melihat teman punya mobil baru, maka bersyukurlah ikut berbahagia dan mudah-mudahan bisa nebeng mobil baru. Hehe. Kemudian lihat teman lebih jago berbahasa asing, maka saya sekarang setiap pagi buka kamus mandari saya (sepertinya kemarin kapasitas sudah saya upgrade jadi 258. Lumayan lah dari pada lumanyun). Dan kalau melihat orang lain memberi komen positif pada stat atau tweet atau tulisan orang lain, maka saya juga akan ikut-ikutan (nebeng beken).

Perasaan cemburu masih gampang diatasi. Tapi rasa curiga, walau hanya di pendam dalam kepala, dia seperti kutu rambut yang bikin gatal dan sangat mengganggu. Khususnya buat orang yang tingkat inquiry-nya tinggi sekali. Sebenarnya itu bahasa lain saya dari ingin tau dan sok tau.

Bagaimana perasaan curiga bisa tumbuh begitu subur di kepala? Bagaimana bisa-bisanya saya berpikir teman sama hamil duluan? Kalau dia bisa hamil secepat itu, artinya suaminya jago dong (hehe), dan belum tentu kalau saya menikah nanti bisa secepat itu. Dan curiga-curiga saya pada orang lain lagi? Ah, sejak ada tulisan di kertas kuning itu, saya mulai mengabaikannya. Biarkan saja. Toh tidak merugikan saya. Kecuali kalau perkara tersebut berhubungan dengan kemaslahatan umat, membela kebenaran dan menumpas kejahatan (dengan kekuatan bulan akan menghukum mu!).

Itulah cara Tuhan, memberikan saya waktu untuk berpikir kembali terhadap apa yang ada di pikiran dan terhadap apa yang saya rasakan. Dia memberi saya peluang untuk memperbaiki banyak kesalahan. Dan saya tahu, bahwa malam ini saya tidak perlu memohon “  Tuhan, saya mohon jangan jitak saya besok”. Saya cukup minta “Jika mata saya masih bisa terbuka besok, biarlah hati dan pikiran saya tetap pada tempatnya. Jangan biarkan dia terlena pada bisikan si cemburu dan si curiga. Selalu berilah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, dan jadikan hari besok lebih baik dari ini. Amien”.

Sebenarnya sih, saya tidak yakin mampu menghilangkan sifat cemburu dan curiga yang sudah mengakar ini, biarlah dia tumbuh asal menghasilkan buah yang enak dan baik. Artinya, cemburu dan curiga itu boleh saja, asal memberikan efek positif buat kita. Dia bisa menjadi motivator, dia bisa menjadi jembatan bahkan dia mampu menuntaskan permasalahan dan dia bukanlah sesuatu yang mematikan (jangan berlebihan aja..).


Cimahi, 050112

Senin, 16 Januari 2012

Omongan Versi Saya


Dua orang teman sedang berbicara, si A dan si B. Si A berbicara ke si B “Ih, ga matching banget sih kerudung ama bajunya”. Yup, si A memang sedang usil terhadap penampilan orang lain. Padahal di dalam hati si C sebagai pendengar berkata kemaren juga dia pake baju ‘ga banget’, celana kedodoran dipadu blazer ngatung. Tapi, si C malas untuk mengungkapkan perasaannya tersebut pada si A. Di dalam pikirannya, hal tersebut tidak layak untuk dibicarakan, apalagi di depan orang lain seperti yang si A lakukan terhadap si B.
Siangnya si B  bercerita ke si C “Tadi dengar ga dia ngomong gitu? Mulutnya bener-bener ga sekolah banget ya... sakit hati sebenernya aku tuh” mendengar curhatan itu, si C cuma bisa menyabarkan hati si A. Padahal si C sendiri pun pernah di usili seperti itu, bahkan berkali-kali. Tapi si C tidak mau ambil pusing lebih baik dia ke toilet dan bercermin kemudian bicara pada bayangan yang ada di hapannya  “u’re beautiful today”.
Menjelang siang, giliran si B yang curhat pada si C, dia bilang “Kok si A gitu doang marah sih?” dan si C hanya menjawab, “lagi sensi kali, lagian ngapain juga ngomong gitu?”. Si B curhat berpanjang-panjang, namun tetap hanya satu yang ada di benak si C, si B orangnya memang sangat usil. Walaupun kadang si B tidak bermaksud menyinggung, tapi yang namanya omongan tuh memang harus dijaga. Omongan itu memiliki 4 sifat berdasar waktu:
1.       Penting dan perlu segera dibicarakan, contohnya: jadwalnya si bos, laporan-laporan yang diminta bos atau unit lain, nasehat-nasehat, ilmu pengetahuan, dll.
2.       Penting namun perlu ditunda untuk dibicarakan: terkadang memberi masukan pada orang lain bisa jadi hal yang perlu ditunda, tergantung pada kebutuhan dan kesiapan si pendengar terhadap masukan tersebut. Dan urgenitas terhadap pemecahan masalah tersebut.
3.       Tidak penting namun layak untuk dibicarakan: lelucon, berita-berita hoax yang tidak menyangkut pribadi siapapun, dll
4.       Tidak penting dan tidak perlu dibicarakan: ngegosipin orang, manas-manasin orang, kritik yang ga solutif, dll.

Nah, kejadian di atas masuk kategori kategori nomor 4. Tidak penting dan tidak perlu dibicarakan, apalagi kalau yang keluar cuma komentar bukan memberi solusi. Maka, berhentilah menjurumuskan diri anda dalam kategori 4. Selain anda membuat gerah orang lain dan di benci, Anda hanya menyia-nyiakan waktu dengan menambah dosa dan bahkan Anda akan kehilangan orang—orang di sekitar Anda tanpa Anda pernah menyadari bahwa mulut Anda telah memakan kepala Anda sendiri.

Selasa, 22 November 2011

Hari Pertama Ngeblog

Selasa, 22 November 2011. Hari ini hari pertama nulis blog again... setelah bertahun-tahun ga pernah lagi buka blog sendiri sampe lupa password dan sekarang bikin blog baru. Niatnya emang cuman mo iseng curhat-curhat doang... lumayan pas lagi gada kerjaan, ga ada si bos, dan sekarang jam istirahat sementara kantong lagi kere.. udah makan juga sih jam 10 tadi...(hehe) yo weis... habiskanlah waktu bercurhat ria di sini.

Hari ini  adalah hari maha dasyat yang nyebelin banget. Pokoknya dari semalam merana oh merana selalu. Gimana ga nyebelin coba? Berawal dari semalam pulang ngantor gw langsung apes banget....
Semalam pulang ngantor jam enam lebih dikit. Niatnya mo nonton final Indonesia vs Malaysia di kantor karena tv rusak di kos an. Nungguin jam 7 kok brasa lama benget ya....? akhirnya gw langsung cabut.. balik ke kos an aja...

Udah ngabsen di print finger, langsung deh keluar... ternyata eh ternyata, kutu kupret...hujan dong!!!! udah kadung keluar, ya uda deh, sekalian aja. Untung ada temen yang kosnya deket kos an gw... niat di hati yang suci murni ini terlaksana, yaitu nebeng payung temen. Walo ga sampe kos an. Sisanya mo ngibrit lari aja. Tapi ternyata aura sukma gw begitu melegenda sehingga sang temen mau dengan penuh suka cita mengantar sampe kos an. Alhamdulillah.....

Dengan penuh percaya diri gw setel tv. pret! nyala! dan... ngok!!!!! cuman ada suara kresek-kresek warnanya item putih banyak semut lagi pesta. inilah dia si tv rusak. gw otrak-atrek, nyoba bergaya bersama antena dengan segala posisi (udah pake ala tunggingan maut, ala jongkok ber-spider, ala cicak putus cinta) semuanya.. tetep ga ngaruh. Trus gw coba menyelesaikan masalah dengan ng tune ulang.. searching cari sinyal pake remote. masih aja nihil.

Sejam berlalu, udah ga ada harapan lagi. Selamat tinggal final bola SEAGAMES. yuk dadah babay!! Tadinya mo balik lagi ke kantor, tapi hujan deras banget. mo nebeng ke kamar-kamar sebelah belom ada yang pulang. Ya udah lah pasrah.

Dengan sisa-sisa ketegaran, gw idupin deh laptop, sapa tau bisa nonton di tvonline, gataunya quota modem abis. Masih ga kehilangan semangat... ngambil bb, mo chat ato fb an aja....eh, dasar sial... masa aktiv abis. Liat hp satunya lagi, abis juga pulsanya.

Akhirnya, tinggal lah daku dalam sepi bersama selimut unguku. Kalo udah gini... bobo aja lah....

Tragis banget lah hidup gw semalam.... tapi tetep harus bersyukur. Soalnya tadi pagi denger kabar kalo Indonesia kalah. Pasti kalo gw nonton, udahannya gw ga bisa tidur karena kesel. Mungkin itu pertanda banget kalo yang di atas sayang banget ma gw.... biar gw bobonya nyenyak kali ya....
(Tapi tetep menyesal ga bisa nonton) siaran ulangna we lah.....huffft!!!